8 Gangguan Listrik yang Dapat Diatasi UPS

Februari 20, 2020
AllInfoNewsSmart Building

Banyak orang hanya mengenal satu masalah saja terkait kelistrikan dan arus daya, yakni mati listrik. Ada mati listrik terjadwal, ada pula mati listrik mendadak. Apapun alasannya, mati listrik merupakan insiden yang mengganggu operasional bisnis maupun aktivitas rumah tangga sehari-hari. Bagi perusahaan yang padat teknologi, insiden mati listrik bahkan dapat menimbulkan kerugian hingga jutaan rupiah per hari. Inilah sebabnya mengapa catu daya cadangan berupa UPS menjadi sangat dibutuhkan.

 

Sesungguhnya, masalah kelistrikan bukan hanya mati listrik saja. Masih ada tujuh (7) gangguan listrik lain yang bisa terjadi sewaktu-waktu, khususnya karena arus listrik di Indonesia sangat rentan terpengaruh cuaca dan beragam masalah lain. Berikut ini delapan gangguan listrik yang paling lazim terjadi:

 

  1. Mati Listrik Total (Blackout): Semua orang pasti pernah mengalami mati listrik. Jangka waktu berkisar antara beberapa menit hingga beberapa hari. Selama itu pula lah perangkat elektronika tak dapat dipergunakan sama sekali, kecuali jika tersedia akses catu daya alternatif dari energi surya.
  2. Lonjakan Tegangan (Surges): Lonjakan listrik umumnya dipicu oleh petir. Lonjakan drastis ini dapat mengakibatkan kerusakan pada perangkat keras (hardware) elektronika apa pun, mulai dari televisi hingga komputer (PC).
  3. Mati Listrik Parsial (Brownout): Penurunan tegangan selama beberapa waktu, baik secara sengaja maupun tiba-tiba. Dalam kondisi darurat, PLN bisa menurunkan tegangan untuk mengurangi beban dan menghindari mati listrik total.
  4. Penurunan Tegangan (Voltage Sags): Mirip dengan mati listrik parsial, tetapi biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Masalahnya, instabilitas tegangan juga dapat memperpendek masa pakai alat elektronika Anda.
  5. Kelebihan Tegangan (Over Voltage): Mirip dengan lonjakan tegangan, tetapi biasanya berlangsung lebih lama dan tak terlalu tinggi.
  6. Kebisingan Frekuensi Listrik (Frequency Noise): Gangguan listrik yang satu ini lebih sulit dideteksi, tetapi juga dapat menganggu kinerja sirkuit karena menginjeksi abnormalitas ke perangkat kritikal.
  7. Variasi Frekuensi Listrik (Frequency Variation): Ini bukan masalah yang lazim terjadi apabila Anda memiliki sumber daya listrik stabil, tetapi bisa menjadi masalah ketika fluktuasi frekuensi daya meningkat dalam penggunaan generator.
  8. Distorsi Harmonisa (Harmonic Distortion): Berubahnya sinyal elektrikal ideal yang diberikan sebuah sumber energi.

 

Nah, setelah mengetahui kedelapan gangguan listrik ini, dapatkah Anda mengidentifikasi mana yang paling sering dialami? Sebelum membeli UPS, sebaiknya Anda sudah mengetahui gangguan mana saja yang perlu ditangani. Pasalnya, setiap tipe catu daya cadangan dirancang untuk menanggulangi masalah berbeda-beda.

 

Tipe UPS Standby sudah cukup memadai untuk mengatasi lonjakan tegangan serta mati listrik total dan parsial. Tipe UPS Line-Interactive dapat menangani ketiga masalah tadi, berikut gangguan akibat fluktuasi voltase. Sedangkan tipe UPS Double Conversion mampu mengatasi kedelapan masalah sekaligus, termasuk distorsi harmonisa yang lebih problematik.

 

Masih bingung mengenai tipe UPS apa yang cocok untuk kebutuhan Anda? Tak usah khawatir, ada layanan konsultasi beli UPS Surabaya yang dapat membantu sejak assessment, budgeting, implementasi, hingga perawatan catu daya cadangan. Anda juga dapat meminta pertimbangan tentang apakah Anda membutuhkan backup energi surya untuk mendukung stabilitas daya yang lebih ramah lingkungan.

PERSADA GROUPSEIPOWER
SEI Power menyediakan layanan konsultasi, instalasi, perawatan, dan pemasaran produk , UPS, stabilizer, baterai, dan produk kelistrikan lainnya.

WhatsApp Support
Layanan kami siap menjawab kebutuhan dan pertanyaan Anda.
? Halo, ada yang bisa kami bantu?